Dua Dekade Mandek, Dr. Agus Syabarrudin Gandeng SMSI Rangkul PFII dan BPD Demi Akses Likuiditas Global
Laporan United Nations Development Programme (UNDP) mengungkap fakta ironis mengenai ekosistem pembiayaan daerah di Indonesia. Meskipun regulasi penerbitan obligasi daerah telah disahkan sejak dua dekade lalu, hingga hari ini belum ada satu pun Pemerintah Daerah (Pemda) yang berhasil menerbitkan instrumen tersebut. Berdasarkan studi lanskap tersebut, mandeknya obligasi daerah bukan disebabkan oleh minimnya minat investor, melainkan adanya jurang kapasitas teknis di tingkat daerah.
- ▪Laporan United Nations Development Programme (UNDP) mengungkap fakta ironis mengenai ekosistem pembiayaan daerah di Indonesia.
- ▪Meskipun regulasi penerbitan obligasi daerah telah disahkan sejak dua dekade lalu, hingga hari ini belum ada satu pun Pemerintah Daerah (Pemda) yang berhasil menerbitkan instrumen tersebut.
- ▪Berdasarkan studi lanskap tersebut, mandeknya obligasi daerah bukan disebabkan oleh minimnya minat investor, melainkan adanya jurang kapasitas teknis di tingkat daerah.
palpres.disway.id files mainly under news. We currently carry 26 of its stories.
Opening excerpt (first ~120 words) tap to expand
Dua Dekade Mandek, Dr. Agus Syabarrudin Gandeng SMSI Rangkul PFII dan BPD Demi Akses Likuiditas Global Minggu 26-07-2026,01:53 WIB Reporter: Sulis Utomo| Editor: Sulis Utomo Rapat Dewan Pengurus Pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Jakarta-SMSI- JAKARTA, PALPRES.COM - Rencana kemandirian fiskal daerah melalui instrumen pembiayaan alternatif kembali menjadi sorotan. Laporan United Nations Development Programme (UNDP) mengungkap fakta ironis mengenai ekosistem pembiayaan daerah di Indonesia. Meskipun regulasi penerbitan obligasi daerah telah disahkan sejak dua dekade lalu, hingga hari ini belum ada satu pun Pemerintah Daerah (Pemda) yang berhasil menerbitkan instrumen tersebut.
…
Excerpt limited to ~120 words for fair-use compliance. The full article is at palpres.disway.id.